Kamis, 31 Agustus 2017






PARABEAN DALAM SABUN KEWANITAAN AMAN KAH???



Kali ini Aku mau cerita Tentang Feminelle, Klaim : “Memperkuat pertahanan alami daerah intim Anda terhadap iritasi dan infeksi dengan produk pembersih kami yang khusus diformulasikan bebas sabun dan mengandung asam laktat alami. Membuat Anda merasa segar dan bersih sepanjang hari.”

Jadi Feminelle adalah apa hayoh temen2? 
Yes, Feminelle adalah pembersih daerah kewanitaan produk dari brand Oriflame.                       

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan bau tak sedap, infeksi dan keputihan berikut cara merawat bagian intim wanita agar selalu bersih dan sehat :
  • Infeksi karena jamur dan bakteri, seperti jamur Candida albicans dan bakteri Haemophillus vaginalis. Perhatikan kebersihan air yang kita gunakan untuk untuk membersihkan miss V. Saat membasuh organ intim bersihkan dari arah depan kebelakang dan keringkan menggunakan handuk lembut agar tidak lembab sehingga jamur dan bakteri tidak bersarang.
  • Gantilah celana dalam minimal 2 kali sehari atau setiap terasa lembab dan pilihlah celana dalam yang tidak terlalu ketat serta terbuat dari bahan kain yang nyaman dipakai untuk bagian sensitif kita.
  • Pada saat menstruasi gantilah pembalut setiap 4 jam sehari atau saat terasa lembab agar terhindar dari iritasi dan jamur serta bakteri tidak tumbuh subur didalamnya.
  • Jangan mengkonsumsi obat-obatan kimia dalam jangka waktu waktu lama.
  • Hindari stress, karena stres bisa memacu hormon bekerja lebih sehingga dapat menjadi pemicu penyebabab keputihan.
  • Jangan terlalu sering memakai celana ketat karena tidak hanya celana dalam ketat saja yang tidak biik untuk kesehatan organ intim tapi celana luar juga, seperti celan jeans yang ketat.
  • Rawatlah organ intim dengan pembersih yang mengandung bahan alami dan telah teruji secara klinis.                       

Feminelle dari Oriflame yang merupakan rangkaian perawatann lembut untuk bagian intim wanita dengan kandungan Asam Lactit alami, Aloe Vera dan Chamomile. Feminelle bebas sabun, dengan Ph seimbang dan telah teruji secara ginekologis dengan wewangiaan yang tidak menyebabkan alergi.

                       
Apakah boleh membersihkan daerah kewanitaan dengan sabun biasa?

Ternyata kandungan pH dalam sabun mandi tidak cocok untuk membersihkan daerah miss V kalian loh. Salah-salah menggunakan sabun mandi ini akan menyebabkan miss V mengalami keputihan, bau tidak sedap dan tentunya membuat kulit bagian miss V kalian kering. Tidak mau kan hal tersebut terjadi pada kalian?                       
Teman yang pecinta feminelle menyebutkan. Disaat mensturasi, feminelle ini membuat daerah kewanitaan tetap kering.

Maklum yang namanya menstruasi kan bikin becek, ga ada ojek

*eehhh itu mah cinta laura 😂                       

Kemasan feminelle yang super besar dan berat ini tidak direkomendasikan buat pergi2 travelling,

Ya kaleeee cyyynnn, ntar overweight karena keberatan feminelle. 😂


Sumber gambar : id.oriflame.com

Disarankan memindahkan feminelle ini ke kemasan travelling kalau mau jalan-jalan yaaaa... karenaaaa Feminelle ini karena kemasannya jumbo 300 ml,
maka dengan harga nya itu bisa dipakai 3-6 bln lho,
WOW HEMAT KAN?

 Kepo lah sama Feminelle ini, kalau versi emak oriflamers kan OK yah produknya, ternyataaa...

Testimoni tentang feminelle dari emak2 yang bukan Oriflamers...
(Soalnya kalo emak2 oriflamers mah pasti bilang produknya bagus2 aja ya kan?😂)                       
"Gue menghindarin banget yang namanya paraben buat daerah intimate gue, dan disini ada 2 jenis paraben di ingredients nya which I don't recommend at all. yang gue suka cuma packagingnya aja yg praktiiis banget buat ditaro dikamar mandi but not to travel krn bakal ribet banget kalo pumpnya kepencet2 sana sini."

itu testimoni dari Icaca..

langsung dong saya kaget dan penasaran, (waduh saya pake lagiiih)
cuss lanjut baca....

                
Paraben adalah zat kimia yang biasanya digunakan sebagai bahan pengawet pada produk kecantikan. Ada bebagai jenis paraben dan tidak semuanya berbahaya. Beberapa jenis paraben diketahui dapat berubah menjadi racun apabila terpapar oleh sinar ultraviolet, antara lain metil dan etil paraben, yang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan penuaan dini.
               
Selain itu, beberapa penelitian juga mengatakan paraben yang dikonsumsi dalam tubuh memiliki sifat seperti hormon estrogen yang dalam kadar berlebihan terkait dengan kejadian kanker. Meskipun produk-produk kecantikan mengandung paraben dalam kadar yang rendah dan aman, tetapi banyaknya produk yang menggunakan paraben beresiko menyebabkan akumulasi paraben dalam tubuh. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialit kulit kelamin untuk pemelihan produk kecantikan yang aman. Menghindari produk kecantikan yang mengandung paraben lebih dianjurkan. Karena meskipun produk-produk alami bebas paraben cenderung memiliki daya tahan pendek dan cepat rusak/busuk, tetapi keamanan dan efek samping paraben dapat dihindari. Semoga dapat membantu                       

Daaaaan kita lihat kandungan Feminelle iniiih...

AQUA, GLYCERIN, SORBITOL, SODIUM LAURETH SULFATE, COCAMIDOPROPYL BETAINE, HYDROXYETHYLCELLULOSE, TRIETHYL CITRATE, PEG-40 HYDROGENATED CASTOR OIL, ALMOND OIL PEG-8 ESTERS, PHENOXYETHANOL, PANTHENOL, IMIDAZOLIDINYL UREA, PARFUM, METHYLPARABEN, LACTIC ACID, SODIUM CHLORIDE, PROPYLPARABEN, ETHYLPARABEN, SODIUM LACTATE
oow, oow, oow 😱😱😱                       
Jreng jreenngggg.......

Suasana makin mencekam, ya kan?                       
Tadi yg katanya pake feminelle, Hayooohhh lanjut apa stop?                       

Isu tentang paraben sebagai penyebab kanker sudah lama beredar di masyarakat. Paraben dipandang sebagai kandungan berbahaya karena memiliki sifat yang mirip dengan hormon estrogen, dan disinyalir bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah begitu?                       
Semua berawal dari penelitian tahun 2004 yang berjudul “Concentration of Parabens in Human Breast Tumor” oleh tim Dr. Philippa D. Darbre dari Inggris. Penelitian yang diterbitkan di Journal of Applied Toxicology ini menemukan adanya jejak-jejak paraben dalam 20 sampel jaringan tumor payudara.

Hal ini tentu saja menimbulkan kehebohan, karena banyak media yang langsung memberitakan bahwa menggunakan produk yang mengandung paraben bisa membuat kita berisiko terkena kanker payudara. Paraben langsung dicap sebagai zat berbahaya yang harus dihindari, padahal hampir seluruh produk kecantikan yang dijual di pasaran mengandung paraben.                       
Sebenarnya, apa sih, paraben itu?

Paraben adalah bahan pengawet yang banyak digunakan dalam produk-produk kecantikan dan toiletries.
Fungsinya, selain untuk memperpanjang usia pemakaian produk, adalah menjaga supaya sabun cuci muka atau body lotion-mu tidak terkontaminasi jamur ataupun bakteri.                       
Tidak hanya di kosmetik saja, obat-obatan pun banyak yang mengandung paraben. Jika kamu menemukan nama-nama seperti methylparaben, isobutylparaben, atau propylparaben dalam ingredient list, maka produk yang kamu pakai sudah pasti mengandung paraben.
Pertanyaannya adalah, benarkah paraben bisa memicu kanker?

Kembali ke penelitian di atas, hasil penelitian tim Darbre sendiri tidak pernah menulis kesimpulan bahwa paraben terhubung langsung dengan kanker payudara. Mereka hanya menemukan jejaknya pada 20 sampel, yang sumbernya pun tidak bisa dipastikan apakah berasal dari produk kosmetik atau tidak.




Penelitian tersebut, sayangnya, banyak disalahartikan dan digunakan untuk mendasari klaim-klaim yang tidak bertanggungjawab oleh beberapa oknum. Banyak juga brand yang menggunakan penelitian ini sebagai strategi marketing dan langsung mempromosikan paraben sebagai kandungan berbahaya. Darbre, sebagai respon terhadap penelitiannya yang disalahgunakan, mengklarifikasi lewat surat yang ia kirim ke Journal of Applied Toxicology:

“Nowhere in the manuscript was any claim made that the presence of parabens had caused the breast cancer, indeed the measurement of a compound in a tissue cannot provide evidence of causality.”                       

Tidak ada dalam manuskrip itu yang mengklaim bahwa keberadaan paraben telah menyebabkan kanker payudara, memang pengukuran senyawa dalam jaringan tidak dapat memberikan bukti hubungan sebab akibat.

Dalam kosmetik, kandungan paraben yang ada sangat rendah, yaitu hanya sekitar 1%. Semua tentu bergantung pada seberapa banyak jumlah kandungannya, kalau paraben ada di bagian bawah ingredients list, maka bisa dipastikan bahwa konsentrasinya pasti sangat kecil. Satu hal yang perlu diingat, bukan cuma bahan kimia saja yang bisa berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi, tetapi gula dan garam pun kalau kadarnya tinggi di dalam tubuh juga bisa berbahaya. Bahkan air pun bisa berbahaya kalau dikonsumsi secara berlebihan.                       

Dan ini kabar baiknya                        
 “Tapi kan, kalo kita sering memakai produk yang ada parabennya, lama-lama bakal numpuk di dalam tubuh dan bisa aja jadi pemicu kanker.”

Apakah ini benar?                       

Menurut Skin Inc., situs yang memuat informasi tentang sains dan teknologi di belakang skincare, paraben akan keluar dari tubuh dalam waktu 36 jam. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa aktivitas estrogen yang ada dalam paraben ternyata 100,000 kali lebih lemah dari estrogen yang diproduksi secara natural dari dalam tubuh. Artinya, untuk bisa menimbulkan efek estrogenik yang berhubungan dengan kanker payudara, dosis paraben dalam kosmetik harus ditambahkan beribu-ribu kali lipat.                       

Singkat kata, lembaga Food and Drug Administration (FDA) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak mungkin meloloskan suatu produk untuk dijual di pasaran kalau formulanya mengandung bahan kimia yang bisa membahayakan nyawa seseorang. Produk-produk kosmetik ini harus diuji dan melewati serangkaian tes sebelum sampai ke tangan konsumen.

Isu tentang paraben sebagai kandungan berbahaya sudah menjadi lagu lama di industri kecantikan di luar negeri. Kelompok ilmuwan, dermatologis, dan para ahli pun sudah mengkonfirmasi bahwa penelitian Darbre tersebut sudah banyak dilebih-lebihkan dan disalahartikan.

Di Indonesia pun, kalau kamu Googling “zat berbahaya dalam kosmetik”, pasti paraben akan tetap muncul. Masih banyak artikel yang menuliskan “Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara paraben dengan peningkatan resiko kanker payudara. Ditemukan konsentrasi paraben yang sangat tinggi yaitu 90% pada kasus kanker payudara yang diteliti.”                       

Padahal, dalam surat yang ditulis oleh Darbre, tidak pernah ada informasi tentang konsentrasi paraben sebanyak 90% dan sekali lagi, para peneliti tersebut tidak pernah menulis bahwa paraben terhubung langsung dengan kanker payudara. Efek samping dari paraben hanyalah iritasi, itu pun kalau memang kamu memiliki kulit yang sangat sensitif. Iritasi juga bisa ditimbulkan oleh bahan apapun, tidak harus kimia. Lemon, madu, oatmeal, dan bahan-bahan alami lainnya, kalau memang tidak cocok dengan kulitmu, juga bisa menimbulkan iritasi.                        

Intinya, jangan sampai kita menelan bulat-bulat info yang didapat, lalu langsung disebarluaskan tanpa cari tahu dulu faktanya.
I know it’s better to be safe than sorry, tapi nggak ada salahnya juga mengulik lebih lanjut, dari mana awalnya info ini bisa muncul?
Siapa yang menyebarkannya?
Ada pendapat lain kah dari para ahli tentang ini?
Skincare expert Caroline Hirons dan Paula Begoun (Paula’s Choice) pun sudah menyatakan bahwa mereka tidak ada masalah sama sekali dengan paraben.
Lagipula, kalau sudah pakai produk natural tapi masih sering makan junk food, malas bergerak, dan melakukan gaya hidup tidak sehat lainnya, maka risikonya sama saja kan? 😅                       
Dan dalam memproduksi Produknya,
Oriflame sangat sangat sangat mengutamakan keamanan dan kesehatan.

Ga mungkin membahayakan.
Gimana,
Jadi makin cinta kan sama produk oriflame?                       
Ini sumber nya dari femaledaily.com                       
Smoga bisa menambah pengetahuan kita dalam menceritakan produk oriflame 😍😍😍